Resensi Buku Ilmiah

PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Murodi Sabikin, S.Ag   
Kamis, 27 Oktober 2016 00:24

RESENSI BUKU

Judul Buku : Studi Islam Pendekatan Dan Metode

Penulis                        : Zakiyuddin Baidhawy

Penerbit                     : Insan Madani

Cetakan                      : Cetakan Pertama, Juli 2011

Editor                         : Arifin

Rancang Sampul : M. Taufik N.H.

Tata Letak                  : Darwoko

Tebal                          : X + 317 halaman

SINOPSIS

Saat ini kita tentu sering mendengar istilah “studi islam”. Pengertian studi islam didefinisikan secara luas. Buku ini mendefinisikan Islamic studies dengan beberapa pendekatan. Ada dua prndekatan yang dikemukakan . Yang pertama definisi sempit dan definisi luas. Secara sempit Islamic studies dipahami sebagai “suatu disiplin dengan metodologi, materi, dan teks-teks kuncinya sendiri; bidang studi ini dapat didefinisikan sebagai studi tentang tradisi teks-teks keagamaan klasik dan ilmu keagamaan klasik; memperluas lingkupnya berarti akan mengurangi kualitas kajiannya”[1]. Islamic studies juga didefinisikan berdasarkan kenyataan bahwa islam perlu dikaji dalam konteks evolusi Islam modern yang penuh dengan teka-teki. Hal ini merupakan pendefinisian menurut arti luas.Islamic studies sangat penting diajarkan di universitas karena bisa menjembatani kesenjangan antara pendekatan tekstual dan pendekatan etnografi.

Metodologi Studi Islam digunakan ketika seseorang membahas kajian beragam metode yang biasa digunakan dalam studi islam, seperti metode normatif, historis, filosofis, dan sebagainya. Dengan bahasa yang lugas serta pembahasan komprehensif, buku ini sangat layak menjadi bahan kajian bagi para mahasiswa maupun dosen pengkaji Studi Islam di negeri ini – sebagai negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia – agar mereka bukan hanya menjadi penonton dan penikmat hasil kajian keislaman, melainkan mereka juga berperan sebagai pelaku dari perkembangan tersebut. Buku ini mempunyai banyak materi yang disampaikan dan dapat dipahami oleh Mahasiswa serta orang yang membacanya. Buku ini terdiri dari empat belas (14) bab yang disusun secara sistematis, sesuai dengan tahapah-tahapan yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman mahasiswa/mahasiswi. Bab pertama, berisi tentang Pengertian dan Metodologi Studi Islam. Bab kedua, tentang Ruang Lingkup Objek Kajian Studi Islam. Bab ketiga, tentang Sejarah Perkembangan Studi Islam. Bab keempat, tentang Model Pendekatan Kajian Teks-teks Islam: Studi Alquran. Bab kelima, berisi tentang Model Kajian Teks-teks Keislaman: Studi Hadis. Bab keenam, tentang Model Kajian Ilmu Kalam. Bab ketujuh, membahas tentang Model Kaajian Tasawuf. Bab kedelapan, membahas tentang Model Kajian Usul Fikih dan Fikih. Bab kesembilan, membahas tentang Model Kajian Hermeneutika: Studi Hermeneutika Pembebasam Farid Esack. Bab kesepuluh, membahas  tentang Model Kajian Filsafat: Studi Hibrida Filsafat Fondasionalisme dan Hermeneutika. Bab kesebelas, membahas tentang Model Kajian Pendidikan: Pendekatan Multikultural terhadap Pendidikan Agama. Bab keduabelas, membahas tentang Model Kajian Pemikiran Islam: Kajian tentang Islam Liberal. Bab ke tigabelas, membahas tentang Model Kajian Politik, dan Bab yang terakhir atau bab ke empat belas membahas tentang Metodologi Ilmiah dan Studi Islam.

Ada beberapa perdebatan tentang metodologi dalam Islamic studies yang mencakup kritik atas metodologi barat, pendekatan apologetic, pendekatan radiakal muslim terhadap metodologi barat, dan kritik metodologi islam dari dalam. Seringkali suatu kajian ilmu hanya dikaji dari satu sudut panadang saja. Hal ini akan meimbulkan berbagai macam perdebatan. Agar tidak terjadi hal semacam ini maka perlu mengkaji suatu ilmu secara mendalam.

Pendekatan apologetic menyatakan bahwa Islam mengadopsi pencarian pengetahuan dan tidak membatasi sumber pengetahuan hanya pada pemahaman dunia materi manusia. Sedangkan perdebatan tentang kritik radiakal tentang metodologi barat sering membahas  tentang pandangan tentang Al-Quran dan As-Sunnah. Masalah yang muncul dalam Islamic studie di barat ada;ah mereka menetang namun tidak memiliki basis-basis yang nyata dalam sumber-sumber islam. Kritik metodologi dari dalam muncul krena adanya kekeliruan metodologis dalam komunitas muslim. Permasalahn pendekatan emik dan pendekatan etik. Pendekatan emik adalah pendekatan yang menyajikan pola-pola pemikiran dan asoaiasi simbolik yang diungkapkan dari perspektif kaum beriman, sedangkan pendekatan etik adalh pendekatan yang melibatkan analisis historis mengenai hubungan anatara ide dan masyarakat sembari membatasi dari pelibatan klaim kebenaran emik tentang realitas meta empiric.[2]

Pendekatan tentang Al-Quran yang kedua adlah pendekatan sastra modern. Pada masa modern pendekatan kesusastraan terhadap Al-Quran berkembang lebih kompleks dari yang sudah ada. Para sarjana islam melakukan pendekatan terhadap Al-Quran dengan metode yang beragam. Para sarjana pada masa ini mengkaji Al-Quran pada bagian muatan atau kisah-kisah yang diterangkan dalam Al-Quran. Pendekatan tentanf Al-Quran ketiga adalah tjdid.  Model pendekatan lain dikemukakan olehAmin Al-Kulli. Ia menerapakan metode tajdid untuk studi bahasa dan retorika, tafsir Al-Quran dan sastra.

Selanjutnya adalah metode pendekatan tahlili. Metode ini juga disebut dengan metode ijmali atau juz’i. Maksud dari tafsir tahlili adalah menganalisis secara kronologis dan memaparkan berbagai aspekyang terkandung dalam ayat-ayat Al-Quran sesuai denganururtan bacaan  yang terdapat dalamurrutan mushaf Usmani[3]. Model pendekatan Al-Qurn selanjutnya adalah pendekatan semantik. Dalam ilmu bahasa pendekatan ini dimanfaatakan oleh pengkaji Islam untuk mempelajari teks-teks keislaman, terutama Al-Quran. Metode ini pernah digunakan oleh dua orang yaitu Toshihiko Izutsu dan Syed Muhammad Naquib al-Attas.

Model pendekatan selanjutnya adalah model pendekatan tematik. Pendekatan ini berusaha mengkaji Al-Quran dengan cara mengambil tema tertentu dari berbagai tema ajaran social dan kosmologi yang ada dalam Al-Quran. Secara umum pendekatan tematik dibagi menjadi dua yaitu : (1) tematik berdasarkan surah Al-Quran (2) tematik berdasarkan subjek.

Tidak hanya Al-Quran, Hadis juga dikaji dengan beberapa model kajian teks. Hadis menarik untuk dikaji karena Hadis merupakan sumber hukum islam kedua setelah Al-Quran. Para pengkaji Hadis baik dari barat maupun dari timur memfokuskan kajian hadis pada otentisitas sebuah hadis. Dalam hal ini yang menjadi perhatian utama adalah mengenai sanad dan matan dari sebuah hadis. Orang-oarang orientalis yang mengkaji hadis lebih memfokuskan kajian mereka pada pemalsuan dan penyelundupan hadis. Ada sebuah perbedaan metodologi dalam mengkaji hadis anatara sarjana muslim dan sarjana barat. Bagi sarjana barat tidaklah masuk akal bahwa hadis, cerita-cerita, dan perkataan Muhammad saw. Diakui dan dikumpulkan sebagai hadis dalam arti teknis sudah ada pada masa nabi hidup.[4] Para sarjana barat lebih mempercayai bahwa apa yang Muhammad saw laksanakan dan katakana, dilakaukan secara sadar dan mungkin ia menjadi teladan bagi komunitasnya. Para sarjana barat yakin bahwa tak seorang pun yang dapat mencatat tindakan-tinadakan dan perkataan-perkataannya dengan sangat detail selama berabad-abad.  Banyaknya hadis palsu tidak hanya diakui oleh para sarjan barat, tetapi sarjana muslim pun mengakuinya. Hal ini memang sebuah fakta bagi pemeluk Islam.

Ilmu kalam, apabila kita telusuri arti katanya ilmu kalam berarti ucapan atau perkataan. Tetapi dalam hal ini kalam lebih pantas kita artikan sebagai perdebatan. Ilmu ini pada masa lalu dilarang oleh para muhadisun. Kemunculan ilmu ini tidak lepas dari sejarah terpecahnya umat islam. Tepatnya ketika munculnya golongan syi’ah, khawarij, dan murji’ah. Ilmu kalam adalah ilmu yang mengkaji ajaran-ajaran dasar keimanan islam (ushuludin)[5].  Ilmu ini disebut ilmukalam karena ia memberikan kekuatan ekstra pada perdebatan dan aragumenpada orang yang terlibata didalamnya. Ilmu kalam memiliki tiga komponen doktrin besar diantaranya : artikulasi tentang apa yang dipandang oleh suatu mazhab pemikiransebagi kepercayaan-kepercayaanfundamental; konstruksi kerangka spekulatif dimana kepercayaan-kepercayaan tersebut harus dipahami; dan upaya merasionalisasi pandangan-pandangan ini di dalam kerangka spekulatif yang diterima. Seperti dalam fiqih, ilmu kalam pun memiliki beberapa mazhab diantaranya : Syi’ah, Muktazilah, Asy’ariyah, dan murjiah.

Beberapa agama di dunia memiliki sisi mistisime. Islam sebagai salah satu agama di dunia juga memiliki ritual mistisisme. Dalam islam mistisime kita kenal sebagai tasawuf. Tasawuf secara universal dikenal sebagai pengetahuan intuitif tentang Tuhan atau realitas ultim yang diraih melalui pengalaman keagamaan personal.[6] Tasawuf bersumber dari Al-Quran dan Hadits. Ada beberapa persamaan antara tasawuf Islam dan Kristen. Kemunculannya lebih dahulu tasawuf Kristen. Jadi banyak orang beranggapan bahwa tasawuf dalam islam merupakan suatu upaya bentuk peniruan atas tasawuf Kristen. Sebenarnya tasawuf Islam dan Kristen memiliki kaidah dan atauran sendiri-sendiri, hanya saja secara kebetulan ada persamaan anatara keduanya. Tasawuf yang identik dengan kesederhanaan dan ketradisionalan bisa dipadukan dengan modernitas.

Studi islam juga mencakup model kajian pemikiran islam yang difokuskan pada kajian tentang Islam liberal pada pembahasan ini. Istilah liberal disini adalah pembebasan dari cara berpikir dan berperilaku keberagamanyang menghambat kemajuan. Perhatian islam liberal adalah pada hal-hal yang prinsip. Adapun hal prinsip misalnya negara demokrasi, emansipasi wanita dan kebebasan berpikir.[7] Islam liberal merupakan bentuk protes terhadap islam ortodoks. Sebenaranya islam liberal telah muncul pada abad ke-19. Islam liberal menitikberatkan pada pemikiran islam modern yang berpikir kritis, progresif, dan dinamis.

Cakupan pembahasan studi islam selanjutnya adalah metododlogi ilmiah modern dan studi islam. Metode ini menggunakan pendekatan-pendekatan seperti pendekatan ilmu sejarah, pendekatan sosisologis, pendekatan anatropologi dan etnografi, pendekatan fenomenologi, dan pendekatan arakeologi. Semua pendekatan ini bertujuan untuk mengkaji islam secara modern. Selain itu juga bertujuan agar pemikiran islam lebih kritis, dinamis, dan progresif.

KELEBIHAN

Buku berjudul “Studi Islam: Pendekatan dan Metode” yang ditulis oleh Dr. Zakiyyudin Baidhawy,M.Ag di dalamnya terdapat kelebihan yang membuat buku ini sesuai digunakan referensi di kalangan mahasiswa, diantara kelebihan dari buku ini merupakan sebuah karya yang didalamnya memuat suatu pengetahuan tentang Studi Islam, penggunaan tata bahasa yang sesuai dengan EYD meskipun sedikit sulit untuk dipahami, memuat segala aspek tentang Islam baik sejarah, metode, pendekatan, ilmu-ilmu dan sumber dari ajaran Islam. Bahkan buku ini juga memuat tentang isu-isu kontemporer dalam studi Islam. Selain hal diatas, kelebihan lain dari buku sekaligus penulis adalah begitu banyaknya buku referensi yang digunakan menggambarkan betapa komplek dan bagusnya buku ini sebagai pegangan tidak hanya oleh mahasiswa/mahasiswi namun sekaligus para dosen pengajar dalam mempelajari Metodologi Studi Islam. Buku ini bagi seorang dai juga dapat menjadi bahan untuk berdakwah, mereka dapat dengan mudah meluruskan pemahaman yang kurang benar mengenai Islam dan juga dapat mengajak mereka pada Islam sesuai dengan pola pikirnya.

KEKURANGAN

Ada sejumlah istilah asing yang sulit dipahami oleh orang awam

 

PENULIS

Zakiyuddin Baidhawy lahir di Indramayu, Jawa Barat. Kini tinggal di Solo. Menyelesaikan studi S-1 pada Fakultas Agama Islam (Perbandingan Agama) Universitas Muhammadiyah Surakarta (1994). Pernah nyantri di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran (1990-1994). Studi S-2 pada Pasca sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1999), dan S-3 pada Universitas yang sama (2007). Staf Edukatif pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga, Peneliti pada Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS, Associate pada Maarif Institute for Culture and Humanity.

Aktivitas dan pengalaman internasional beberapa diantaranya adalah partisipan Academic Short Course at Leiden University, 1-15 December 2009; Copenhagen Conference, 21- 22 Oktober 2008; International Seminar on Religious Education and Values, Ankara-Turki25 Juli-1 Agustus 2008; Australian- Indonesian Young Muslim Leader Exchange 21 Mei-14 Juni2007; The 19th World Congress of the International Association for the History of Religions, Tokyo, 23-30 Maret 2005; partisipan pada The Ohio University Dialogue Project and Exchange Program, Chicago, Illinois; Athens, Ohio; Washington D.C; Lancaster, Pennsylvania; Manhattan, New York, diselenggarakan oleh Center for International Studies, Ohio University, Athens, bekerjasama dengan US State Department, 22 September-13 Oktober 2004; partisipan dan presenter pada the Global Meeting of Expert on Teaching For Tolerance, Respect, and Recognition, diselenggarakan oleh The Oslo Coalition on Freedom of Religion or Belief bekerjasama dengan UNESCO, Oslo, 2-5 September 2004; dan partisipan dan presenter pada International Interfaith Peace Forum and Asian Muslim Action Network (AMAN) Assembly, Bangkok, 9-14 Desember 2003.

Aktif menulis di berbagai media dan jurnal ilmiah. Karya-karya yang sudah diterbitkan antara lain: Etika dalam Islam (1996); Wacana Teologi Feminis (1997); Menapak Jalan Revolusi(2000); Pendekatan Kajian Islam dalam StudiAgama (2001); Dialog Global dan Masa Depan Agama (2001); dan Agama dan Pluralitas Budaya Lokal (2002); dan Ambivalensi Agama, Konflik dan Nirkekerasan (2002), Reinvensi Islam Multikultural (2005), Menyulam Ragam Merajut Harmoni: Kisah-kisah tentang Toleransi untuk Siswa dan Pendidik (2005), Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural (2005), dan Kredo Kebebasan Beragama (2006); Islam Melawan Kapitalisme (2007); Etika Bisnis Syariah I (2007); Etika Bisnis Syariah II (2008); Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Berwawasan HAM: Buku Panduan untuk Guru (2008); Al-Islam Berwawasan HAM: Buku Ajar Pendidikan Islam untuk SMA, MA, SMK (2008); Kemuhammadiyahan Berwawasan HAM (2008); RekonstruksiKeadilan (2008); TeologiNeo Al-Ma`un (2009); Benih-benih Islam Radikal diMasjid (dkk, 2010).

 

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 27 Oktober 2016 00:38 )
 
joomla templateinternet security reviews

Kalender

August 2018
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 

Waktu Sekarang

Polling

Bagaimana sistem pendidikan di MTsN Susukan