Perempuan dan Jati dirinya

PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Aan Mustaana, S.Pd .I   
Senin, 06 Februari 2012 06:59

 

PEREMPUAN DAN JATI DIRINYA

Jati diri seorang perempuan bukan semacam benda yang dapat diperjual belikan. Karena hakikat jati diri adalah bagian dari kepribadian yang dimiliki seseorang dengan semua karakteristiknya. Perempuan yang sadar siapa dirinya tentu akan sadar pula dengan kepribadiannya. Sehingga perempuan juga tak akan membiarkan hidupnya berlangsung dengan tanpa tujuan.

Perempuan kadangkala mengalami banyak problem hidup, sehingga kadang juga sampai kehilangan kepercayaan diri. Dalam kasus perceraian mungkin perempuanlah yang berada dalam posisi paling menderita. Pengalaman berumah tangga yang berakhir dengan perceraian seringkali juga membuat perempuan menjadi frustasi, sehingga membenci semua laki-laki atau mengalami trauma kejiwaan yang parah akibat depresi. Pada keadaan demikian, sangat sulit bagi perempuan untuk bangkit menemukan kembali harga dirinya.


Berbicara masalah perempuan dan jati dirinya, adalah semacam pernyataan akan keberadaan perempuan itu sendiri sebagai apa dan siapa. Karena tidak mudah memahami diri sendiri tanpa memahami siapa dirinya, apa tujuan, dan cita-cita hidup yang ingin dicapai seorang perempuan yang memahami jati dirinya adalah perempuan yang sesungguhnya telah memberikan penghargaan pada hidupnya. Perempuan memiliki kehendak bebas dan merdeka, berbuat dan bertindak dengan tanpa perlu selalu bergantung pada laki-laki.


Menemukan jati diri bagi seorang perempuan bukan tanpa perjuangan, karena tidak semua perempuan sadar akan jati dirinya. Perempuan yang pasrah dan rela menjadi budak suami sebenarnya hanyalah keterpaksaan yang dilakukan secara tak sadar. Perempuan tak berusaha mengangkat atau menegakkan harkat dan martabatnya sebagai individu yang memiliki kebabasan pribadi dan hak untuk dihormati, sehingga hidupnya dijajah oleh kaum laki-laki.


Pengertian jati diri perempuan adalah suatu sudut pandang yang menginginkan kebebasan pribadi tanpa mengungkung semua hak-haknya sebagai seorang individu yang memiliki hati dan pikiran. Jati diri perempuan juga merupakan suatu sudut pandang yang mengakui keberadaan perempuan sebagai warga masyarakat dengan semua eksistensi diri yang diakui keberadaannya sehingga, bagi perempuan yang menemukan jati dirinya, maka dia akan menyadari bahwa harkat dan martabatnya seolah mendapatkan permata berharga. Selain itu, keadaan memiliki harga diri, akan memberikan gairah dalam dirinya untuk berkarya dalam hidupnya. Baik itu berupa pengabdian pada rumah tangga dan keluarga atau berbagai aktifitas sosial yang bisa dilakukan di lingkungan kemasayarakatan.


 

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 09 Februari 2012 06:01 )
 
joomla templateinternet security reviews

Kalender

August 2018
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 

Waktu Sekarang

Polling

Bagaimana sistem pendidikan di MTsN Susukan